Minggu, 29 November 2015

Prilly Latuconsina - Sahabat Hidup

Sahabat Hidup - Prilly Latuconsina

Lirik lagu: Sahabat Hidup
awalnya kita tak saling mengenal
dan sekarang aku telah mengenalmu
tak lama butuh waktu saling mengerti
dan ternyata aku nyaman denganmu

aku dan kamu takkan bisa melawan takdirNya
dan merubah semua yang ada

getaran ini ada
saat ku tahu kau tak pernah
menatap yang lebih dalam

selain hubungan ini
terjalin dengan tulus
dalam sebutan sahabat hidup

tak lama butuh waktu saling mengerti
dan ternyata aku nyaman denganmu

aku dan kamu takkan bisa melawan takdirNya
dan merubah semua yang ada

getaran ini ada, saat ku tahu
kau tak pernah menatap yang lebih dalam
selain hubungan ini, terjalin dengan tulus
dalam sebutan sahabat hidup

getaran ini ada, saat ku tahu
kau tak pernah menatap yang lebih dalam
selain hubungan ini, terjalin dengan tulus
dalam sebutan sahabat hidup

getaran ini ada, saat ku tahu
kau tak pernah menatap yang lebih dalam
selain hubungan ini, terjalin dengan tulus dalam sebutan (sahabat hidup)
terjalin dengan tulus dalam sebutan sahabat hidup

PENCEMARAN SUARA

PENCEMARAN SUARA

pencemaran suara
A.     PENGERTIAN
       Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya.

B.     POLUTAN PADA PENCEMARAN SUARA
     Zat atau bahan yag dapat mengakibatkan pencemaan disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaan dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup .
     Dalam pencemaran suara, kebisingan yang dialami sehari-hari tanpa sadar merupakan faktor utama terjadinya pencemaran suara. Sumber dari pencemaran suara adalah kebisingan, yaitu bunyi atau suara yang dapat mengganggu merusak pendengaran manusia. Bunyi disebut bising apabila intensitasnya telah melampaui 50 desibel (dB).

C.     PENYEBAB PENCEMARAN SUARA
  Pada era modern seperti sekarang ini banyak sekali alat-alat yang menggunakan mesin yang berbunyi bising serta penggunaan gadget yang bisa memutar bunyi dengan earphone yang suaranya langsung mengenai gendang telinga tanpa ada perantara merupakan suatu hal yang beresiko mengakibatkan pencemaran suara.
  Penyebab lain dari pencemaran suara yaitu :
  1. Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang.
  2. Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain : proyek pembangunan.
  3. Di kabin mobil, kapal laut, dan pesawat terbang menimbulkan suara mesin yang menderu
  Sebagai contoh beberapa kebisingan yang menyebabkan kebisingan yang kekuatannya diukur dengan dB atau desibel adalah :
Ø  Orang ribut / silat lidah = 80 dB
Ø  Suara kereta api / krl = 95 dB
Ø  Mesin motor 5 pk = 104 dB
Ø  Suara petir = 120 dB
Ø  Pesawat jet tinggal landas = 150 dB
  Sumber polusi suara, menurut lokasinya:
v  Dalam ruangan
v  Dalam bangunan, luar ruangan
v  Luar bangunan, dalam kawasan
v  Luar kawasan

D.    DAMPAK/AKIBAT DARI PENCEMARAN SUARA
ü  Dampak Positif Pencemaran Suara :
1.  Kesehatan Manusia
2.  Sosial Ekonomi
3.  Lingkungan
   
ü  Dampak Negatif Pencemaran Suara :
1.    Kesehatan Manusia
2.    Sosial Ekonomi
3.    Lingkungan
4.    Tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya)
kontak .
 Menurut WHO, tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
    1.   Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain
    2.   Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis
    3.   Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.

E.     CARA MENGATASI/ MENANGGULANGI PENCEMARAN SUARA
  Menggunakan alat peredam suara
  Pendidikan
  Tanggung awab bersama
  Pameran atau kampanye lingkungan
  Melalui media massa


Minggu, 08 November 2015

Laporan PLK


LAPORAN GEOGRAFI
PEMBELAJARAN LUAR KELAS(PLK)
DI BALAI INFORMASI DAN KONSERVASI KEBUMIAN
KARANGSAMBUNG

OLEH:
PUTIK MAYASARI (24)
KELAS X-1

SMA NEGERI JATILAWANG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

I. PENDAHULUAN

 Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,serta taufik dan hidayah-Nya lah saya dapat menyelesaikan laporan Pembelajaran Luar Kelas di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian di Krangsambung ini dengan segala pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki. Saya berterima kasih kepada Ibu Guru yang telah memberikan tugas ini kepada saya dan kepada orang tua saya yang telah memberikan motivasi dan dorongan.
           Saya sangat berharap laporan hasil observasi ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai konsep tentang berbagai macam batuan. Saya menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
            Semoga laporan ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya  saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Wangon, 14 April 2015
Putik Mayasari

ISI

1. Study Pustaka
A.  Awal Mula Batuan
· Semua batuan pada mulanya dari magma 
· Magma adalah benda cair, panas, pijar yang bersuhu diatas 1000˚C 
· Lava adalah magma yang sudah muncul ke permukaan 
· Lahar adalah lava yang bercampur dengan gas, meterial piroklastik, air, tanah tumbuhan  
Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktivitas tumbuhan dan hewan. Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.
B. Macam-macam batuan :
1. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku
Batuan yang termasuk jenis batuan beku diantaranya adalah :
a. Basal 
Basal adalah batuan beku yang berwarna gelap, kristalnya halus. Batu Basal terbentuk dari pendinginan lava yang mengandung gelembung gas tetapi gasnya telah menguap. Ciri-ciri utama batu basal terdiri dari atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau ke abu-abuan dan berlubang-lubang.




Batu basal digunakan untuk berbagai tujuan. Biasanya batu basal dihancurkan untuk digunakan sebagaibahan bangunanBasal yang telah dihancurkandigunakan untuk dasar jalan, bahan campuran betonpemberat kereta api, batu filter dalam bidang pembuangan. Basal juga dapat dipotong menjadi lembaran tipis basal dipotong dan kadang-kadang dipoles untuk digunakan sebagai ubin lantai, bangunan veneer, monumen dan objek batu lain.
 b. Batu Apung

Batu Apung
Batu apung terbentuk dari pendinginan magma yang mengandung gelembung gas. Ciri-ciri utama batu apung adalah warna ke abu-abuan berpori-pori, bergelembung, ringan hingga dapat  terapung di air. Batua apung dimanfaatkan sebagai alat penggosok.
c. Batu Kaca atau Obsidian

Pisau dari batu obsidian
Batu obsidian terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat. Ciri- ciri utama batu ini adalah mengkilap seperti kaca dan tidak ada kristal. Warnanya bervariasi dari hitam pekat, hitam dengan motif kecoklatan atau  kemerahan, juga ada yang berbintik-bintik putih.


d. Batu Granit
Batu granit terbentuk dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat dibawah permukaan bumi. Ciri-ciri utama batu granit yakni warna nya putih sampai abu-abu, kadang-kadang terdiri atas kristal-kristal kasar.



Granit telah digunakan selama ribuan tahun. Granit yang  dipotong dan dipoles kasar digunakan dalam bangunan, jembatan, paving, monumen danlain sebagainya. Dalam ruangan, granit dibentuk lembaran dan dipoles untukdigunakan sebagai ubin, anak tangga bahkan meja.

2. BATUAN SEDIMEN
Batuan sedimen/endapan terbentuk oleh batuan beku yang terkikis, kemudian mengalami proses pengangkutan lalu diendapkan di tempat lain. Batuan sedimen dibedakan oleh jenis zat pengangkutnya, yaitu :
1. Batu sedimen aeolis : batuan hasil proses pengangkutan oleh angin 
2. Batu sedimen aluvial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh air yang mengalir. Contoh : delta di muara sungai 
3. Batu sedimen marin : batuan hasil proses pengangkutan dan dibentuk oleh air laut. Contoh : sand-dune di pantai 
4. Batu sedimen glasial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh gletser atau es yang mengalir 
Jenis-jenis batuan endapan diantaranya:
a. Konglomerat
Konlomerat adalah jenis batuan beku yang butiran penyusunnya membulat.

Konglomerat

Breksi
b. Breksi
Batu breksi tersusun atas batuan yang kristalnya tajam


Batu Pasir


c. Batu Pasir
Sandstone atau batu pasir terbentuk dari butiran-butiran pasir yang terbawa oleh aliran sungai, angin, dan ombak dan akhirnya terkumpul pada suatu tempat.
 d. Batu kapur/batu gamping
Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, yakni berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu muda, abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya.
Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain. 
e. Gipsum
Gipsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan transparan. Endapan gipsum biasanya terdapat di danau, laut, mata air panas, dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api.
Gipsum memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan gipsum yaitu:
· Bahan perekat. 
· Penyaring dan sebagai pupuk tanah 
· Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan 
· Untuk bahan baku kapur tulis 
f. Coal/Batu bara
 Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil, merupakan batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan.
 Batu bara umumnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Namun dewasa ini penggunaan batu bara semakin dikurangi, di samping merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, penggunaan batu bara juga menimbulkan pencemaran.
3. BATUAN MALIHAN (METAMORF)
Batuan malihan bersal dari batuan beku dan batuan endapan yang berubah karena pengaruh suhu dan tekanan tinggi dalam kerak bumi.
Macam-macam batuan malihan atau metamorf adalah :
a. Marmer atau batu Pualam

Batu marmer
Marmer adalah batu gamping yang berubah karena tekanan dan suhu tinggi di dalam kerak bumi. Marmer atau batu pualam mempunyai permukaan yang mengkilap dengan garis-garis warna lembut melintang banyak digunakan batu hiasan karena indah dipandang.


 Batu pualam sering digunakan untuk membut berbagai barang kerajinan seperti meja, asbak, guci dan berbagai hiasan lainnya.
b. Batu Sabak
Batu sabak adalah batuan metamorf yang berasal dari batuan sedimen berbutir halus, misalnya serpih yang berubah karena tekanan dan suhu tinggi. 
Jaman dahulu lembaran tipis batu sabak digunakan sebagai alat tulis sebagai pengganti buku.

c. Batu Kuarsa
Batu kuarsa berasal dari batu pasir yang berubah karena suhu dan tekanan yang tingi. Batu kuarsa kristalnya berbentuk prisma segi enam, transparan dengan warna yang amat beragam. Sejak jaman dahulu kuarsa dimanfaatkan untuk pembuatan kaca dan keramik dan sebagian dijadikan batu perhiasan.
2. Hasil Observasi
Berikut beberapa bukti tentang tebentuknya Kepulauan Indonesia berdasarkan hasil observasi di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian di Karangsambung :
a. Di lokasi Gunung Parang
Terdapat singkapan batuan beku berumur 22-34 juta tahun yang merupakan klasifikasi genetis dari kekar berupa kekar kolom (columnar joint). 
Deskripsi Kekar kolom : 
· Terbentuk ketika magma mencapai permukaan bumi, kekar kolom mendingin secara bertahap dari bagian luar ke dalam, dan menghasilkan pola hexagonal. 
· Kekar kolom biasa ditemukan pada intrusi atau ekstrusi batuan beku dekat permukaan, contohnya pada basaltik, sill, dike dan aliran lava. 
· Bidang aliran tegak lurus terhadap bidang pendinginan 
Singkapan batuan beku tersebut merupakan batuan beku intrusif, dimana intrusi magma melewati retakan sebagai sebuah sill. 
Deskripsi Sill :
· intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya. 
· Jenis batuan beku tersebut adalah diabas (diabase
  Karakteristik diabas :
· Batuan beku berwarna abu-abu 
· Berbutir sedang 
· Mengandung mineral piroksen dan plagioklas berbentuk seperti jarum yang saling bersilangan 
· Terbentuk dari magma yang menerobos hingga dekat ke permukaan 
· Warna abu-abu menunjukkan batu diabas ini termasuk intermedier (antara mafic dan felsic). Adapun yang berwarna coklat menunjukkan batuan yang sudah tua atau lama.
Semakin lama magma membeku maka pembentukan mineralnya akan semakin sempurna, sebaliknya jika pembekuan magma berlangsung cepat maka mineralnya cenderung akan pecah.
b. Di lokasi Tepi Sungai Luk Ulo (Kaki bukit Sipako)
Pada daerah ini terdapat singkapan batu Filit, yang termasuk kedalam jenis batuan Metamorf. Batu filit ini merupakan hancuran batu pasir dengan komponen greywacke yang mengalami proses metamorfisme dengan tekanan tinggi dan temperature rendah. Derajat metamorfismenya Rendah-intermediet. Berwarna hitam, abu-abu, berekstur lapidoblastik (terdiri dari mineralmineral tabular). Strukturnya Filitik, terlihat rekristalisasi yang lebih kasardari slaty cleavage, sudah mulai terjadi pemisahan mineral granular (segresi) tetapi belum sempurna. Ukuran butirnya halus.
Batu ini, lebih tepatnya untuk jenis batu filit warna hitam, berasal dari lempung hitam. Prosesnya berawal dari daerah palung, kemudian masuklah mineral-mineral organic terutama karbon, kemudian lempeng samudera masuk zona subduksi, kemudian menerima panas dan tekanan, kemudian berubah menjadi filit. Batuan ini memiliki microfault (sesar minor) yaitu adanya garis lekukan-lekukan pada batuan berukuran kecil.
Sebenarnya, pada tepian sungai Luk Ulo ini terdapat banyak sekali jenis-jenis batuan sedimen dan malihan yang tercecer di sepanjang tepi sungai. Contohnya ada sekis mika, batu kapur, konglomerat, diabas, dan masih banyak lagi. 
c. Di Lokasi Desa Pucangan
Disana terdapat batuan metamorf sarpentinit yang menyusun lantai Samudera. Batu sarpentinit terbentuk karena ubahan dari batuan beku basa yang dipengaruhi oleh tekanan dan suhu yang tinggi. Batu ini berwarna hijau, bertekstur masif, serta berkilap. Strukturnya slincken side, Nonfoliasi. Batuan asalnya merupakan batuan beku ultramafik yang telah mengalami proses metamorfosis yang berhubungan dengan air laut. Batuan Serpentinit merupakan batuan metamorf yang terbentuk dari mineral serpentin akibat perubahan basalt dasar laut yang bertekanan tinggi pada temperatur rendah. Kemudian batu ultrabasa  bergerak bersama lempeng samudera,kemudian masuk zona subduksi, terjadi proses penunjaman disertai metamorfosa kedua menjadi batu serpentinite, dan terakhir muncul ke luar perut bumi disertairetak-retak dikarenakan tekanan.
d. Di Lokasi Kali Muncar
Pada Lokasi ini terdapat batu rijang, termasuk batuan sedimen dengan tempat pengendapannya pada laut dalam. Batuan ini berselang-seling secara vertikal dengan batu gamping merah, yang merupakan batuan sedimen juga. Batu rijang ini berwarna merah hati, sedangkan batu gampingnya berwarna merah mudah. Diatas rijang merah terdapat batuan dari lava yang dikenal dengan lava bantal, merupakan batuan beku yang berasal dari lava basalt. Batuan rijang termasuk batuan sedimen. Batuan ini merupakan batuan sedimen laut dalam. Batuan ini sangat keras dan kompak dan bersifat silikaan. Batuan ini terbentuk oleh proses pengendapan pada dasar samudera. Batuan ini kaya akan fosil renik Radiolaria yang berukuran kurang lebih 1/100 mm. Biasanya batuan ini berasosiasi dengan batu gamping merah.
Batugamping merah juga termasuk batuan sediment. Batuan ini termasuk kedalam batugamping klastik yang halus hasil dari transport oleh arus dengan energi lemah di laut dalam yang masih memungkinkan terbentuknya larutan karbonat. Warna merah merupakan hasil pengotoran mineral lain seperti minera hematit atau bisa juga akibat oksidasi besi. Batuan ini ralatif keras dan biasanya berasosiasi dengan sedimen laut dalam seperti rijang.
Batuan gamping merah dan rijang secara teori merupakan batuan yang hanya bisa ditemui di Dasar lautan. Dan batuan ini terbentuk dari proses sedimentasi dari hasil pelapukan batuan yang kemudian mengalami transport ke laut.
3. Pembahasan
Daerah Karangsambung merupakan tempat berhimpunnya beranekaragam batuan yang muncul dari perut bumi. Pada puluhan juta tahun lalu telah terjadi tabrakan antara  Lempeng Samudera Hindia dengan Lempeng Benua Asia yang menghasilkan batuan tersebut. Keanekaragaman batuan di Karangsambung dengan kondisi morfologinya menjadi menarik karena terkait konsep tektonika lempeng angkatan dan erosi maksimal yang muncul di kawasan Karangsambung. Dari segi geologi, Indonesia merupakan negara dengan wilayah paling labil di dunia tempat terjadi pertemuan pergerakan tiga lempeng besar yaitu Hindia-Australia yang bergerak ke utara, Asia-Eropa yang bergerak ke Tenggara, dan Asia-Pasifik yang bergerak ke barat.
Pertemuan lempeng Hindia-Australia dan Asia itu menghasilkan palung laut dalam yang memanjang dari Kepulauan Mentawai hingga kepulauan Banda yang merupakan pusat gempa tektonik dan menghasilkan jalur gunung berapi di daratan yang dikenal sebagai sirkum Mediterania. Sedangkan pertemuan lempeng Pasifik dan benua juga menghasilkan palung laut dalam di timur Sulawesi serta deretan gunung berapi dalam jalur gunung api Sirkum Pasifik.
Di Karangsambung terdapat berbagai macam jenis batuan. Diantaranya Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf.

II. PENUTUP

  Kesimpulan
Berdasarkan observasi di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian di Karangsambung,  Daerah Karangsambung merupakan tempat berhimpunnya beranekaragam batuan yang muncul dari perut bumi. Batuan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa daerah Karangsambung awalnya merupakan dasar samudera yang merupakan bagian dari Pulau Indonesia. Hal itu dikarenakan pada puluhan juta tahun lalu telah terjadi tabrakan antara  Lempeng Samudera Hindia dengan Lempeng Benua Asia yang menghasilkan batuan tersebut. Keanekaragaman batuan di Karangsambung dengan kondisi morfologinya menjadi menarik karena terkait konsep tektonika lempeng angkatan dan erosi maksimal yang muncul di kawasan Karangsambung. 

Daftar Pustaka

LAMPIRAN

Batu Serpentinit
      
Batu Diabas Sungai Luk Ulo
Batu  Lava Basalt
Berbagai macam batuan di UBIBAM