RASA SAYANG SAHABAT
“Kring…kring..”bel istirahat pertama berbunyi. Ibu Guru maple Bahasa Indonesia langsung mengakhiri pelajarannya dan bergegas keluar. Aku langsung mengemasi buku pelajaran yang telah usai.
“May, sini donk” seru Kania yang duduk di pojok depan.
“Iya iya bentar” sahut Aku. Setelah mengemasi buku, Aku beranjak ke tempat duduk Kania.
“Ada apa sih?”Aku heran.
“Gak ada apa-apa kok, mau ke kantin gak ?” tanya Kania
“Gak lah, kamu sih ?” aku menolak ajakan Kania
“Aku gak juga, ke depan kelas yuk” Kania mengajak ke depan kelas. Aku dan Kania ke depan kelas untuk duduk dan sekedar ngobrol. Kelasku terletak di lantai dua, jadi udaranya cukup sejuk.
“Eh May, aku pengin curhat nih” Kania dengan wajah cemberut.
“Ya udah curhat aja” Aku iyakan, Kania curhat panjang lebar tentang masalahnya, tentang seseorang yang dia sukai.
“Door !!” tiba-tiba Zizan mengagetkan kita berdua.
“Iihh dasar loe, bikin kaget aja” Aku kaget
“Iya nih rese banget deh, ganggu kita aja hehe” Kania juga terkaget. “Hahaha maaf maaf, lagian kalian berdua ga ngajak-ngajakdeh kalau ngerumpi.hehe” Zizan tertawa-tawa.
Ya, Aku, Kania, dan Zizan memang bersahabat dekat sejak awal kelas 8.Kita bertiga sudah sangat dekat dan terbuka tentang hal dan masalah apapun.Setiap ada waktu luang, kami bertiga menyempatkan untuk saling curhat. Walaupun Zizan cowok tapi dia baik dan care sama kita.
“Eh besok kita classmeeting kan ?”ucap Zizan.Besok ada classmeeting selama 4 hari dalam rangka HUT SMP.
“Oiya, tapi seru-seru gak acara perlombaannya ?” aku tanya Zizan. “Tau deh” Zizan sambil menaikkan bahunya.
“Ya, palingan gitu-gitu aja..hehe” Kania. Aku menyahut “Yee sok tau kamu, siapa tahu ada yang baru” .
“Sudahh.. lihat aja nanti, kayaknya setelah ini gak ada pelajaran deh, diisi jam wali kelas untuk pembahasan classmeeting”
“Kring..kring.”bel masuk istirahat berbunyi. Dan benar kata Zizan setelah istirahat diganti jam Wali Kelas. “Ayo masuk, itu sudah ada Bu Nuri” ucap Kania sambil nunjuk kearah bawah, Bu Nuri yang sedang menuju kelas kita. Kita bertiga langsung masuk kelas, dan benar besok akan diadakan classmeeeting dalam rangka HUT SMP. Beberapa lomba telah dibuat oleh OSIS , ada yang diikuti secara perwakilan kelas dan ada juga yang diikuti semua siswa. Bel pulang berbunyi, kita pulang ke rumah masing-masing, dan kita bertiga berpisah karena arah rumah kita berbeda.
Sampai di rumah tiba-tiba HP ku berdering ada pesan singkat masuk dari Zizan ,ya biasa kadang Zizan suka iseng-iseng.Tapi nada sms kali ini kelihatan berbeda karena kelihatan dari tulisannya.
“May, ada sesuatu penting yang aku mau omongin sama kamu” Zizan
“Apaan sih bikin penasaran aja”
“Hehe besok aja deh di sekolah kalau ada waktu aku mau ngomong” Begitulah kira-kira percakapan sms kami. Setelah aku dan dia mengakhirinya, aku mulai berpikir “kira-kira hal penting apa yah yang mau Zizan katakan” dalam hati aku berbicara. Aku mencoba menebak-nebak, dalam hati aku berharap Zizan akan mengatakan kalau dia suka sama aku. Karena selama ini aku juga merasakan ada rasa untuknya, bagaimana tidak ? aku sering curhat sama dia dan saling tau karakter masing-masing. Aku tahu, jika ada rasa diantara kita mungkin bisa merusak persahabatanku. Maka dari itu, aku mencoba memendam perasaan ini demi persahabatanku.
---------------------------------------
Pagi pun datang, aku bangun dan bersiap berangkat sekolah. Sampai memasuki pintu gerbang SMPku dalam hati aku berdebar-debar “ada apa ya, kenapa aku jadi kepikiran sama perkataan Zizan. Aahh..Zizan sih ada-ada saja bikin penasaran”
Sampai di Kelas ternyata Zizan dan Kania sudah berada di Kelas, mereka sedang berbincang dengan teman lainnya.“hai semua” Aku menyapa teman-teman dengan wajah ceria dan aku melirik ke arah Zizan , Zizan menyapaku dengan senyuman.
Bel masuk berbunyi,kami semua bersiap –siap mengikuti kegiatan classmeeting. Di sela-sela waktu istirahat,aku sempat keluar kelas dan kebetulan disitu cuma ada Zizan.
“Hei...kamu kemarin katanya ada hal penting yang mau kamu katakana, apa sih ?aku penasaran deh” dengan nada lirih aku menghadap Zizan.
“Ada lahh, eh enggak jadi deh nanti malam aja aku sms kamu, hehe.” Zizan menunda janjinya.
“Yelahhh gimana sih, katanya mau kamu katakan kalau kita ketemu di sekolah, eh malah gak jadi” aku sedikit kecewa.
“Hehe..nanti malam aja, beneran deh”
“Hem..ya dehh”
Tiba-tiba Kania datang dengan wajah agak cemberut, “Hai lagi ngomongin apa sih serius banget”.
“Enggak, biasa cuma ngobrol”
“Eh, aku ke kantin dulu yah” Zizan sambil berjalan pergi meninggalkan kita. Kania mengajakku ke tempat duduk “May, duduk disini yuk aku mau curhat, kan kemarin gak jadi”
“oh iya ya udah sekarang” Kania curhat tentang perasaan dirinya kepada seorang cowok. Tapi Kania takut untuk kasih tau ke cowok itu. Dalam hati sebenarnya aku tahu dan itu juga belum pasti. Tapi kelihatan Dari gerak-geriknya kalau Kania suka sama Zizan. Aku mencoba memberi respon dan saran tentang curhatnya.
Malam hari setelah aku belajar, aku mengirim pesan singkat kepada Zizan “Zizan, aku penasaran nih, sebenarnya kamu mau ngomong apa sih? Wajib balas sekarang loh”. Setelah beberapa menit HP ku berdering ada balasan sms masuk dari Zizan, aku deg-degan untuk membuka balasan smsnya, entah kenapa.
“Sebenarnya aku suka sama kamu dari dulu kita sahabatan, tapi aku takut untuk ngomong ini” kira-kira itu isi pesan singkatnya. Saat membaca itu aku sangat bingung harus balas apa. Senarnya aku juga merasakan itu dan aku juga tahu kalau kania juga punya rasa sama Zizan. Aku gak mau persahabatan ini akan rusak karena ada perselisihan antara kita hanya karena kita lebih mementingkan ego kita masing-masing. Aku terus berfikir,akhirnya aku putuskan aku akan hilangkan rasa itu dan aku akan menjaga persahabatanku, karena mungkin itu bisa dibilang masih cita monyet, ya karena masih SMP.
-----------------------------------------------------------------
Seperti biasa, pagi hari aku berangkat sekolah dengan rasa senang bercampur bingung. Kania dan Zizan sudah ada di kelas, tapi mereka tidak seperti biasanya. Mereka duduk sendiri-sendiri saling diam. Mungkin karena Kania sudah tahu, Zizan sudah cerita semuanya kepada Kania.
“Hai teman-teman semua” aku menyapa temanku dengan wajah tersenyum. Aku duduk di samping Kania, dan Zizan menghampiri kita. Dengan wajah tersenyum Kania memegang tanganku “Aku sudah tahu semua kok May, tenang aja aku gak marah kok”
“Tuh kan May, Kania juga bilang begitu.” Zizan menyahut dengan senyum-senyum.
“Eittsss tunggu dulu, pokoknya aku gak mau ada rasa suka ini diantara kita, lagian kan ini cuma cinta monyet, hehehe. Yang ada diantara kita hanya rasa sayang sebagai sahabat, kita harus jaga persahabatan ini” Aku menjelaskan dengan nada ceria.
“Hehe iya May aku setuju, aku akan buang rasa ini demi persahabatan kita” Zizan menyetujui perkataanku, Kania pun demikian “Okee aku juga setuju, sampai lulus pun kita gak boleh lupa sama persahabatan ini”
“Yeee..setuju..setuju, kita akan menjadi sahabat sejati” seru kita bertiga.
Akhirnya aku senang sekali, kita bertiga bisa tertawa bersama. Memang persahabatan itu indah, kita saling berbagi suka dan duka. Sampai sekarang kita lulus dan berbeda sekolah, kita masih saling komunikasi dan sesekali kita bertemu. Kita bisa merasakan betapa indahnya persahabatan.
------SELESAI-----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar